Postingan

puisi ibu

=IBU= langkah demi langkah tlah terhentak peluh tlah bertetesan air mata talh berderai ...... ibu tlah kau hujamkan matamu tuk menentang sang surya tlah kau hentakan kakimu tuk menindas bumi tlah kau mantapkan hatimu tuk taklukan sang waktu ibu begitu basar nan indah mahlegai cinta yang kau berikan begitu suci kasih sayang tlah kau ciptakan ibu aku malu.....pada mu begitu besar pengorbanan mu untuk ku......... namun ku tak bisa membalas nya ibu aku takut takut kehilangan perhatian, kasih sayang dari mu ibu tlah kau luangkan begitu banyak waktu hanya tuk menjaga ku ibu … kau tlah hempaskan kepentingan mu hanya tuk mengurusku ibu. remuk hati ini......melihat mu menangis hancur raga ini melihatmu terluka mati raga ini bila kau tiada ibu senyumanmu...adalah surga dan kebahagiaan ku tawa mu adalah lembutkan egoku kebahagianmu adalah kesempurnaan hidupku tapi tangismu.....siksa hidupku derita mu.....matikan jalanku matimu.....hancurkan hidup ku...

Allah maha dekat

Dalam tadarus Al Quran itu terungkap bahwa perjalanan kepada Nya dari sejak kita di alam ruh sampai alam rahim kemudian alam dunia dan lalu alam barzah serta alam akhirat sudah dijelaskan dengan gamblang. Tinggal kita diberi kekuatan menangkap gelombang dan pancaran firman Ilahi ini melalui hati yang ikhlas, pasrah dan semata-mata karena Allah. Tatkala ada desiran hati yang bukan karena Allah maka sulit sekali kita menangkap makna-makna itu karena akan menjadi hijab dalam diri kita. Inilah yang juga dirasakan penulis yang kadang-kadang ayat-ayat itu melewati telinga atau dibacakan tetapi tidak nyangkut. Namun begitu hati ini dibukakan Allah, maka getaran Al Quran itu dirasakan sebagai sebuah kesejukan yang meresap kedalam hati dan selalu berdoa agar serapan-serapan ke Qalbu yang langsung dianugerahkan Allah itu tidak hilang, tidak lewat begitu saja. Tatkala ada sedikit saja rasa kesombongan karena pangkat, ilmu, usia, keturunan atau apa saja yang selain Allah maka hati yang ikhlas ini ...

Ad-Duha

In the name of Allah, the Merciful, the Compassionate بِسۡمِ اللهِ الرَّحۡمٰنِ الرَّحِيۡمِ (93:1) By the bright forenoon, 1 وَالضُّحٰىۙ‏ ﴿93:1﴾ (93:2) and by the night when it covers the world with peace: 2 وَالَّيۡلِ اِذَا سَجٰىۙ‏ ﴿93:2﴾ (93:3) (O Prophet), your Lord has neither forsaken you, nor is He displeased. 3 مَا وَدَّعَكَ رَبُّكَ وَمَا قَلٰى ؕ ‏ ﴿93:3﴾ (93:4) Indeed what is to come will be better for you than what has gone by. 4 وَلَـلۡاٰخِرَةُ خَيۡرٌ لَّكَ مِنَ الۡاُوۡلٰى ؕ ‏ ﴿93:4﴾ (93:5) Verily your Lord will soon give you so amply that you will be well-pleased. 5 وَلَسَوۡفَ يُعۡطِيۡكَ رَبُّكَ فَتَرۡضٰى ؕ ‏ ﴿93:5﴾ (93:6) Did He not find you an orphan and then gave you shelter? 6 اَلَمۡ يَجِدۡكَ يَتِيۡمًا فَاٰوٰى  ‏ ﴿93:6﴾ (93:7) Did He not find you unaware of the Right Way, and then directed you to it? 7 وَوَجَدَكَ ضَآ لًّا فَهَدٰى  ‏ ...

kisah sebutir kurma

Sebutir Kurma Penjegal Doa Doa Makbul, Rahasia Doa, Sholat, Hakikat DoaUsai menunaikan ibadah haji, Ibrahim bin Adham berniat ziarah ke Mesjidil Aqsa. Untuk bekal di perjalanan, ia membeli 1 kg kurma dari pedagang tua di dekat Mesjidil Haram. Setelah kurma ditimbang dan dibungkus, Ibrahim melihat sebutir kurma tergeletak didekat timbangan. Menyangka kurma itu bagian dari yang ia beli, Ibrahim memungut dan memakannya. Setelah itu ia langsung berangkat menuju Al Aqsa. 4 bulan kemudian, Ibrahim tiba di Al Aqsa. Seperti biasa, ia suka memilih sebuah tempat beribadah pada sebuah ruangan dibawah kubah. Ia shalat dan berdoa khusuk sekali. Tiba-tiba ia mendengar percakapan dua malaikat tentang dirinya. “Itu, Ibrahim bin Adham, ahli ibadah yang zuhud dan wara yang doanya selalu dikabulkan ALLAH SWT,” kata malaikat yang satu. “Tetapi sekarang tidak lagi, doanya ditolak karena 4 bulan yang lalu ia memakan sebutir kurma yang jatuh dari meja seorang pedagang tua di dekat Mesjidil Haram,” jawa...

hakhal orang yang lemah

hak-hak orang lemah Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan hikmah-Nya telah menciptakan manusia berbeda-beda status sosialnya. Ada yang menjadi pemimpin dan ada yang dipimpin. Ada yang ditakdirkan kaya, ada pula yang miskin. Bahkan ada yang menjadi budak sahaya dan ada yang merdeka. Semuanya dijadikan sebagai ujian bagi hamba-Nya. Sebagaimana firman-Nya: “Dan Kami jadikan sebagian kamu cobaan bagi sebagian yang lain, maukah kamu bersabar? Dan adalah Rabb kalian Maha Melihat.” (Al-Furqan: 20) Juga firman-Nya: “Kami telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan Kami telah meninggikan sebagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat, agar sebagian mereka dapat mempergunakan sebagian yang lain. Dan rahmat Rabbmu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan.” (Az-Zukhruf: 32) Manusia sebagai makhluk sosial tentunya tidak bisa lepas dari ketergantungan dengan orang lain. Orang kaya tidak akan terpenuhi kebutuhannya dengan baik tanpa bantuan orang miski...

kisah sebutir kurma

Sebutir Kurma Penjegal Doa Doa Makbul, Rahasia Doa, Sholat, Hakikat DoaUsai menunaikan ibadah haji, Ibrahim bin Adham berniat ziarah ke Mesjidil Aqsa. Untuk bekal di perjalanan, ia membeli 1 kg kurma dari pedagang tua di dekat Mesjidil Haram. Setelah kurma ditimbang dan dibungkus, Ibrahim melihat sebutir kurma tergeletak didekat timbangan. Menyangka kurma itu bagian dari yang ia beli, Ibrahim memungut dan memakannya. Setelah itu ia langsung berangkat menuju Al Aqsa. 4 bulan kemudian, Ibrahim tiba di Al Aqsa. Seperti biasa, ia suka memilih sebuah tempat beribadah pada sebuah ruangan dibawah kubah. Ia shalat dan berdoa khusuk sekali. Tiba-tiba ia mendengar percakapan dua malaikat tentang dirinya. “Itu, Ibrahim bin Adham, ahli ibadah yang zuhud dan wara yang doanya selalu dikabulkan ALLAH SWT,” kata malaikat yang satu. “Tetapi sekarang tidak lagi, doanya ditolak karena 4 bulan yang lalu ia memakan sebutir kurma yang jatuh dari meja seorang pedagang tua di dekat Mesjidil Haram,” jawa...

zakat fitrah

“Sesungguhnya zakat-zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu’allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah, dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai sesuatu ketetapan yang diwajibkan Allah; dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (At-Taubah: 60) Pertama: Fuqara Masakin 1. Fakir adalah orang yang membutuhkan dan tidak meminta minta, sedangkan miskin adalah yang meminta-minta. 2. Keduanya bermacam-macam: ·          orang yang tidak memiliki kekayaan dan tidak pula pekerjaan ·          orang yang memiliki kekayaan dan pekerjaan yang tidak mencukupi setengah kebutuhan ·          orang yang memiliki kekayaan dan pekerjaan yang tidak mencukupi kebutuhan standar 3. Sedangkan orang kaya yang tidak boleh menerima ...